Suasana Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Menteri LH dan Kepala BNPB RI
Palangka Raya – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menyampaikan, bahwa hingga kini Kalteng tetap berada pada kondisi kondusif karena adanya sinergi dari berbagai pihak, baik Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, maupun FORKOPIMDA Provinsi, Bupati, Wali Kota dan FORKOPIMDA Kabupaten atau Kota.
Gubernur menjelaskan, kejadian Karhutla yang tercatat pada 6 Agustus 2025 dilaporkan sebanyak lima kejadian. Satu lokasi di Kapuas masih tahap pendinginan oleh tim darat, sedangkan empat lokasi lainnya di Palangka Raya sudah dinyatakan padam. Berdasarkan pantauan sebaran asap dari BMKG, Provinsi Kalimantan Tengah tidak terdeteksi adanya asap.
Sejumlah upaya telah dilakukan guna mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap, yakni dibentuknya Satgas Pengendali Karhutla sejak 2023, Aktivasi 17 Regu Posko dan 77 Pos Lapangan, mulai 1 Agustus 2025 dilakukan penambahan Posko sebanyak 7 regu, sehingga melibatkan 747 personel yang disebar di 54 kecamatan risiko tinggi karhutla.
“Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla, yang terhitung sejak tanggal 29 Juli 2025 sampai dengan 20 Oktober 2025 selama 84 hari kalender,” ungkapnya.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB yang telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca, operasi pemadaman lewat udara dengan menyediakan 2 helikopter patroli dan 1 helikopter waterbombing.
Lanjut terangnya, Gubernur berharap adanya dukungan operasional melalui Dana Siap Pakai (DSP) untuk operasi pemadaman darat yang dilakukan personel Korem 102/Panju Panjung, Polda dan Pangkalan TNI AU Iskandar dan juga dukungan tambahan peralatan pemadam kebakaran portable, tempat penampungan air portable dan kendaraan roda 3 (tiga) sebanyak 87 set, untuk didistribusikan pada Kecamatan Risiko Tinggi Karhutla. (seno/rk8)
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Copyright © Radar-Kalteng.com