Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran
Palangka Raya – Provinsi Kalteng tengah memasuki fase transformasi besar dalam pemanfaatan lahan. Dukungan dana dari pemerintah pusat (Pempus) yang mencapai Rp 8 triliun menjadi pemicu percepatan program optimalisasi lahan yang digagas pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng.
Melalui program ini, lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai kini mulai diolah kembali, menghasilkan peningkatan signifikan pada nilai produksi. Data pemerintah mencatat, nilai hasil produksi yang semula hanya sekitar Rp 3.800 kini menembus Rp 5.000.
“Optimalisasi ini bukan sekadar menaikkan nilai jual, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi di desa-desa,” ucap Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.
Selain memberikan peluang kerja baru, program ini diproyeksikan mengubah wajah perekonomian daerah dalam jangka panjang. Pemprov mendorong, sektor pertanian, perkebunan, hingga industri pengolahan untuk memanfaatkan momentum ini.
Keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah kabupaten atau kota, swasta hingga masyarakat dianggap kunci keberhasilan.
“Kalau kita kompak, Kalteng berpotensi menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia,” tutpnya. (seno/rk8)
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Copyright © Radar-Kalteng.com