Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul
Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, bahwa masih ada ketimpangan serius dalam distribusi tenaga kedokteran antara wilayah perkotaan dan pedalaman.
Menurutnya, hal tersebut tidak dapat ditangani secara sepihak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov), dikarenakan terbentur batas kewenangan.
“Rumah Sakit dan Puskesmas milik Kabupaten/Kota adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat. Provinsi hanya punya wewenang di Rumah Sakit milik Provinsi seperti RSUD Doris Sylvanus, RSUD Hanau dan RSJ Kalawa Atei,” ucapnya (3/7/2025) di Kantor DPRD Kalteng.
Puskesmas di wilayah pelosok seringkali hanya memiliki satu dokter untuk melayani puluhan ribu penduduk, menurut standar Puskesmas dengan cakupan lebih dari tiga puluh ribu jiwa seharusnya memiliki minimal tiga dokter.
“Banyak Puskesmas kita hanya punya dokter, padahal melayani sampai 30 ribu penduduk. Idealnya minimal tiga dokter. Tapi kita tidak bisa memaksa Kabupaten atau Kota karena itu di luar ranah kami,” jelas Suyuti. (seno/rk7)
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Copyright © Radar-Kalteng.com