SAMPAIKAN PAPARAN - Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat menyampaikan paparan dalam Rapat dengan pihak Kementrian PPN, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (03/03/2020). FOTO: IST FOR RK
RADARKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Berbagai usulan pembangunan disampaikan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran kepada pemerintah pusat. Hal tersebut, dia paparkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pihak Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (03/03/2020).
Diantaranya pembangunan rumah sakit tipe A, infrastruktur menuju Pelabuhan Batanjung dan Sigintung. Dijelaskan Sugianto, usulan Prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, terkait akses jalan menuju Pelabuhan ini diusulkan penanganannya tahun 2021.
“Ini mengingat, Provinsi Kalimantan Tengah yang luasnya 1,5 kali Pulau jawa, dengan kekayaan yang melimpah. Namun selama ini, Kalteng tidak memiliki Pelabuhan yang berfungsi sebagai Outlet yang bisa meningkatkan perekonomian daerah,” ucapnya saat menyampaikan paparan.
Termasuk pula, usulan penanganan jalan sepanjang 165 km dari Pelabuhan Sigintung-Kuala Pembuang – Simpang Bangkal yang merupakan ruas jalan nasional. Kemudian, pembangunan jalan sepanjang 52 km ke Pelabuhan Batanjung yang masih belum tembus. “Nah, Jalan ini sangat strategis dikarenakan menghubungkan Pelabuhan Batanjung dengan Jalan Nasional atau Trans Kalimantan,” sebut Sugianto.
Ditegaskan gubernur muda ini, penyelesaian ruas Jalan Missing link jalan lintas tengah Kalteng- batas Kalbar sepanjang 80 km, juga perlu karena sangat strategis. Ini berkaitan dengan isu keamanan, karena berdekatan dengan batas Indonesia dan Malaysia. Kemudian, untuk membuka keterisolisasian masyarakat pedalaman Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Selain itu juga, mengenai perpanjangan landasan pacu Bandara Tjilik Riwut. Dari Panjang 2.500 m menjadi 3.000 meter, dengan lebar 45 m. Tujuannya, agar bisa didarati pesawat berbadan lebar. Ini untuk mendukung pengembangan Bandara Tjilik Riwut, menjadi Embarkasi Haji penuh dan untuk mendukung kelancaran investasi bernilai ekspor.
“Termasuk juga, Pembangunan baru Bandara Sebuai. Dimana lahan yang sudah dicadangkan seluas 2.500 Ha, untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Terutama, hilirisasi industri sawit di wilayah barat Provinsi Kalimantan Tengah,” tutur Gubernur.
Sugianto juga memaparkan terkait usulan pembangunan Bendungan Muara Joloi, untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 284 MW. Dimana Proyek tersebut, dinilai strategis guna menjamin Kemandirian dan Ketahanan Energi berkelanjutan.
“Berikutnya, usulan Pengembangan RSUD dr Doris Sylvanus menjadi Tipe A. Dimana Saat ini, RSUD Doris Sylvanus merupakan Rumah sakit rujukan di Kalteng jenis tipe B,” imbuhnya.
Selama ini, banyak pasien dari Kaltengh harus dirujuk ke Rumah Sakit di luar daerah khususnya ke Pulau Jawa. “Pengembangan RSUD ini dimaksudkan, untuk membantu masyarakat Kalteng agar terlayani dari segi kesehatanya. Kami terus meningkatkan pelayanan kesehatan, hingga membantu masyarakat kurang mampu dengan gratis,” katanya. (rk)
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
{{#message}}{{{message}}}{{/message}}{{^message}}Your submission failed. The server responded with {{status_text}} (code {{status_code}}). Please contact the developer of this form processor to improve this message. Learn More{{/message}}
{{#message}}{{{message}}}{{/message}}{{^message}}It appears your submission was successful. Even though the server responded OK, it is possible the submission was not processed. Please contact the developer of this form processor to improve this message. Learn More{{/message}}
Submitting…
Copyright © Radar-Kalteng.com